Apa Saja Kekuatan dan Kelemahan Viral Marketing? Yuk, Kita Bahas!

0
52
viral marketing allstars

Dalam beberapa tahun ke belakang, kata “viral” sangat sering terdengar, khususnya di dunia marketing. Ternyata, tidak banyak yang tahu kekuatan dan kelemahan viral marketing ini sangat erat kaitannya dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, Di mana penyebaran informasi kini berlangsung sangat cepat. 

Perusahaan yang menggunakan meme atau GIF lucu di media sosial sebagai ide konten relevan. Salah satu contoh dasar viral marketing. Mari mengenal kekuatan dan kelemahan viral marketing, apa saja ? Yuk, kita bahas!

Arti Viral Marketing

Viral marketing adalah setiap iklan, posting, atau materi pemasaran yang menyebar dengan cepat di internet dan saluran digital lainnya. Kampanye viral tidak hanya menjangkau audiens target perusahaan, tapi juga menarik perhatian dunia. Jenis pemasaran ini mendapatkan namanya dari bidang kesehatan masyarakat. 

Dengan cara yang sama, suatu penyakit virus menyebar dengan cepat dan mudah menular dari orang ke orang. Viral marketing juga menyebar ke saluran dan akun di internet. Namun, tidak seperti pandemi atau krisis kesehatan, viral marketing tidak selamanya tidak disengaja. Sementara beberapa brand membuat konten yang tidak diduga menjadi begitu populer. Beberapa tim pemasaran membuat konten yang tujuannya memang agar viral. 

Kekuatan dan Kelemahan Viral Marketing

Berikut beberapa kekuatan dan kelemahan dari penerapan strategi viral marketing:

Kekuatan

Punya jangkauan audiens yang luas

Sebanyak 92% konsumen memercayai rekomendasi dari orang yang dikenalnya, seperti teman atau keluarga, dalam hal melakukan pembelian. Kampanye viral dapat menjadi contoh pemasaran dari mulut ke mulut yang efektif bagi perusahaan.

Sekarang, kegiatan memberikan tip dan rekomendasi kepada orang-orang tentang suatu merek bisa dilakukan secara online melalui media sosial. Semakin banyak orang yang membagikan konten perusahaan atau menyebut merek dengan nama, maka semakin banyak orang yang akan melihatnya. Sebab, kebanyakan orang memercayai rekomendasi dari teman, sehingga mereka akan lebih cenderung melihat merek tersebut daripada yang mereka temukan sendiri.

Biaya cenderung terjangkau

Kampanye viral biasanya tidak menghabiskan banyak uang untuk diluncurkan. Viral marketing umumnya dilakukan di media sosial atau platform digital lain yang sudah perusahaan miliki atau gunakan untuk inisiatif pemasaran lainnya. 

Perusahaan tidak perlu menggunakan iklan berbayar atau boosting untuk mendapatkan lebih banyak perhatian terhadap postingan viral karena penggunalah yang akan melakukan banyak penyebaran informasi untuk kampanye.

Dengan biaya cenderung terjangkau, viral marketing memungkinkan perusahaan menggunakan lebih banyak anggaran pemasaran untuk ide lain. atau untuk memperluas saluran dan penawaran untuk konten masa depan.

Meningkatkan brand awareness

Sebagian besar perusahaan mencoba menjadi viral untuk mendapatkan kesadaran atau pengakuan merek. Saat sebuah nama perusahaan ada di feed semua orang, orang-orang yang tidak mengetahui merek tersebut dapat mencari informasi di mesin pencari seperti Google untuk lebih mengenal brand.

Karenanya, strategi ini membantu memperluas audiens target ke orang-orang yang tidak tahu keberadaan perusahaan, namun masuk ke dalam kategori orang-orang yang ingin dijangkau oleh perusahaan.

Potensi pertumbuhan yang sangat pesat

Viral marketing memiliki potensi pertumbuhan yang sangat pesat karena tidak seperti iklan berbayar tradisional, viral marketing tidak mengganggu audiens. Pemasaran ini berasal dari sifat organiknya dan shares dari orang-orang yang dikenal audiens. Saat konten menjadi viral, orang melihatnya secara online bukan karena brand mendorong atau mempromosikannya. Melainkan karena semua orang yang audiens kenal membicarakannya.

Kelemahan

Sulit diukur keberhasilannya

Tak ada patokan khusus yang dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan kampanye viral marketing hingga sekarang. Mustahil bagi bisnis untuk mengukur peningkatan volume penjualan karena kampanye ini. 

Tidak bisa dijamin akan berhasil

Viral marketing juga tidak dapat dijamin hasilnya dan sulit diukur keberhasilannya. Brand dapat mengikuti semua saran dan tip untuk membuat kampanye berhasil. Namun hasilnya tetap saja tidak dapat menjamin kesuksesan penjualan brand.

Perilaku manusia terkadang tidak dapat diprediksi, padahal elemen manusia memegang peran besar dalam viral marketing. Karenanya, jika salah menghitung waktu yang tepat untuk menyampaikan pesan, kampanye viral bisa gagal. 

Ada potensi menjadi bumerang

Jika audiens membagikan konten dengan positif, brand akan “viral” dalam waktu singkat. Namun, jika audiens melihat pesan tersebut secara negatif, maka brand akan terkenal dengan cara yang tidak diinginkan. Tidak bisa dipungkiri, buzz negatif bisa sangat merugikan brand apa pun.

demikian kekuatan dan kelemahan Viral marketing yang merupakan strategi marketing yang bisa dipilih, tetapi harus diaktualisasikan dengan penuh kewaspadaan dan ketelitian agar berhasil.

Cara yang bisa dilakukan adalah dengan memperkuat komunitas dan audiens, salah satunya bisa dibantu dengan memanfaatkan influencer yang notabene sudah memiliki niche dan audiensnya tersendiri.

Untuk itu, Anda bisa mengunjungi Allstars, platform influencer marketing pertama di Indonesia yang siap mempertemukan brand dengan influencer sesuai kebutuhan, termasuk untuk keperluan strategi viral marketing!

Baca juga : sering viral 3 cowok KOL yang humoris

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini