Apa Itu Guerilla Marketing? Yuk, Simak Di Sini!

0
40
guerilla marketing allstars

Ada banyak sekali strategi marketing yang bisa dipilih dan dijalankan oleh brand. Salah satu yang dianggap “berbeda” tetapi banyak mendatangkan kesuksesan jika dijalankan dengan benar adalah guerilla marketing. Banyak perusahaan yang menggunakan taktik pemasaran ini. Perusahaan besar seperti Red Bull, Sony, Coca-Cola, Domino’s, Oreo, dan Pepsi terus menggunakan guerilla marketing / marketing gerilya untuk memasarkan produk dan layanan mereka karena efektif memberikan hasil sekaligus hemat biaya. Memangnya, apa itu guerilla marketing? Yuk, simak di sini!

Apa itu Guerilla Marketing?

Strategi pemasaran ini dipopulerkan oleh Jay Conrad Levinson dalam bukunya berjudul “Guerilla Marketing” yang terbit pada 1984. Guerilla marketing adalah cara yang kreatif dan tidak konvensional untuk mengiklankan suatu produk atau layanan. 

Pemasaran ini melibatkan penggunaan taktik murah atau gratis untuk menyampaikan pesan, seperti aksi jalanan, iklan gerilya, dan kampanye media sosial. Banyak perusahaan menggunakan marketing gerilya sebagai taktik yang efektif karena menghemat 90% biaya iklan, berbiaya rendah, dan memberikan hasil tinggi. Berikut beberapa ciri khas yang dimiliki oleh marketing gerilya:

  • Hemat biaya – Guerilla marketing relatif hemat biaya karena brand tidak perlu mengeluarkan banyak uang untuk membuat kampanye. Brand hanya membutuhkan kreativitas, waktu, dan orang-orang yang memiliki passion terhadap brand tersebut.
  • Fleksibel – Brand dapat mengembangkan cara inovatif untuk mempromosikan produk atau layanan melalui strategi guerilla marketing
  • Kreatif dan tidak konvensional, sehingga menonjol – Kampanye guerilla marketing pasti akan meninggalkan bekas di benak orang dan melekat pada ingatan mereka. Jika dijalankan dengan benar, guerilla marketing dapat memberikan hasil terbaik untuk usaha kecil karena membantu membangun kesadaran merek dan mendorong konversi penjualan.

Contoh marketing gerilya yang berhasil bisa dilihat dari brand Red Bull. Pada 2012, Red Bull melakukan kudeta besar dengan mensponsori lompatan Stratos pertama yang sukses dari luar angkasa. Lompatan tersebut menghasilkan banyak publisitas bagi brand-nya dan ditonton oleh jutaan orang di seluruh dunia. Dari Red Bull brand, kita bisa belajar bahwa perhatian orang bisa didapatkan dengan melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Source: https://www.redbull.com/int-en/projects/red-bull-stratos

Asset image in Google Drive

Tips Jalankan Strategi Guerilla Marketing

Agar penerapan marketing gerilya bisa memberikan hasil optimal, berikut beberapa tips penting untuk kamu perhatikan:

Tentukan tujuan yang jelas

Agar strategi guerilla marketing dapat dijalankan dengan keuntungan maksimal, pertama-tama penting untuk menentukan tujuan yang jelas. Misalnya, jika brand bertujuan mendatangkan audiens online ke offline, salah satu strategi ini yang bisa diterapkan adalah pop-up shop.

Pop-up shop adalah toko sementara yang mudah dipasang dan dibongkar. Dengan pop-up shop, brand secara efektif dapat membawa point-of-sale (POS) kepada pelanggan dengan mendirikan toko fisik sementara. Melalui sistem POS, brand bahkan dapat memproses berbagai metode pembayaran di tempat.

Banyak lakukan riset 

Kampanye marketing gerilya yang sukses mengharuskan perusahaan untuk banyak melakukan riset terhadap setiap aspek kampanye. Brand harus memahami siapa target audiens dan di mana brand dapat menjangkau audiens dengan baik, misalnya di ruang publik atau online melalui website dan media sosial. 

Poin terpentingnya adalah brand perlu menyampaikan pesan mereka secara orisinal dan mudah diingat. Dengan melakukan riset, maka marketer juga akan semakin tercerahkan mengenai mana jenis marketing gerilya yang sekiranya akan berhasil dan mana yang tidak.

Sesuaikan jenis yang dipilih 

Saat ini, ada banyak jenis guerilla marketing untuk dicoba, masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya sendiri. Beberapa jenis dari marketing gerilya ini harus disesuaikan dengan tujuan, target audiens, dan kebutuhan brand, di antaranya:

  • Viral marketing – Menggunakan jejaring sosial yang ada untuk mendorong orang berbagi informasi brand dari mulut ke mulut (juga dikenal sebagai buzz marketing).
  • Stealth marketing – Menggunakan teknik periklanan yang tidak disadari orang, seperti penempatan produk dalam film atau sinetron.
  • Ambient marketing – Mempromosikan produk di lokasi yang tidak biasa atau pada objek yang tidak biasa, seperti di patung atau bangku taman.
  • Event ambush marketing – Di mana sebuah bisnis “menyergap” sebuah event besar untuk menarik perhatian orang, seperti flash mob.
  • Pop-up shop – Pengaturan ritel sementara tempat pelanggan dapat berinteraksi dengan brand.
  • Street marketing – Setiap kampanye marketing yang memakai metode modern untuk berpromosi di ruang publik terbuka, seperti pajangan, poster, atau pamflet.

Maksimalkan dengan strategi online marketing 

Tips terakhir adalah memaksimalkan dengan strategi online marketing. Guerilla marketing online juga bisa dimaksimalkan dengan strategi offline marketing, misalnya menggunakan bantuan influencer sebagai boosting.

Namun, pastikan influencer yang Anda pilih memang menyediakan konten yang sejalan dengan bidang bisnis Anda. Kabar baiknya, kini Anda bisa menemukan influencer yang tepat untuk keperluan promosi bisnis dengan mengakses Allstars, platform influencer marketing pertama dan terbesar di Indonesia.

Demikian penjelasan tentang apa itu guerilla marketing. Bagi brand yang ingin mencari influencer untuk membantu kampanye pemasaran ini, segera daftarkan diri Anda ke Allstars. Allstars siap  mempertemukan brand dengan influencer terbaik di berbagai bidang. Kunjungi website Allstars sekarang!

Baca juga : kenali User Generated Content ( UGC) untuk marketing

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini