Wajib Tahu! Ini 6 Faktor Penentu Rate Card Influencer

0
417
influencer cantik yang sedang menjelaskan rate card

Beberapa waktu lalu, media sempat dihebohkan dengan ‘bocornya’ rate card salah satu influencer yaitu Rachel Vennya yang kemudian menjadi viral. 

Fenomena Rate Card Influencer 

Bagi para praktisi media sosial yang sudah sering menggunakan jasa influencer, angka yang ada tentu sudah bukan hal yang baru lagi. Namun bagi publik yang awam dengan hal ini, mereka dibuat terkejut dengan angka yang bisa dibilang fantastis. Mulai dari jutaan hingga ratusan juta rupiah bisa didapatkan oleh seorang influencer ‘hanya’ dengan satu konten yang mereka unggah.

Walau begitu, dengan gaya hidup mewah yang dimiliki kebanyakan influencer bisa menginspirasi orang banyak untuk menjadi seorang kreator konten sehingga mereka berlomba-lomba untuk eksis di media sosial dengan keunikannya masing-masing. Bahkan, sudah bukan hal yang aneh lagi jika seorang siswa ditanya apa cita-citanya, banyak yang menjawab ingin menjadi influencer alih-alih profesi lainnya seperti dokter dan pilot yang dulu diidam-idamkan.

Penggunaan jasa influencer sudah dilakukan para brand dan digital marketer beberapa tahun belakangan ini. Hal ini dikenal dengan influencer marketing. Kerja sama ini diperlukan untuk meningkatkan brand awareness, melakukan promosi, hingga menciptakan konversi dan penjualan. 

Lantas, faktor-faktor apa saja yang memengaruhi rate card seorang influencer?

Kali ini Allstars akan mengulasnya dengan tuntas, yuk simak!

6 Faktor-faktor yang Memengaruhi Rate Card Influencers

1. Jumlah Followers

Jumlah pengikut atau followers seorang influencer akan sangat berpengaruh pada harga jasa yang mereka tawarkan. Mudahnya, semakin banyak followers yang dimiliki, tarif yang dikenakan akan semakin mahal. 

Jika ingin menggunakan jasa influencers dengan harga yang terjangkau, tentu terbatas pada influencers dengan jumlah followers yang lebih sedikit. Lalu, hal penting yang harus diperhatikan adalah memastikan followers yang dimiliki sang influencers adalah organik, bukan fake followers yang belakangan ini mudah didapatkan. 

Untuk mengetahui informasi jenis influencers berdasarkan jumlah followers-nya, kamu bisa menyimaknya langsung di sini.

2. Engagement Rate 

Lazimnya, para brand memiliki tujuan yang harus didapatkan oleh influencer lewat konten yang dibuat. Hal tersebut bisa dilihat dari jumlah likes, komentar, dan share yang biasa disebut dengan engagement rate. Semakin tinggi engagement rate dari konten yang dibuat seorang influencer, makin tinggi tarif yang dipatok untuk penggunaan jasanya. 

Ada pula Cost per View (CPV) yang bisa digunakan untuk melihat berapa rata-rata views yang bisa didapatkan pada konten seperti Instagram Stories dan video di feed Instagram atau YouTube. Terkait hal ini, kita juga bisa melakukan QC atau quality control sebelum konten yang dibuat influencers diunggah untuk memastikan kualitas dan pesan yang disampaikan sesuai dengan yang kita butuhkan.

3. Persona Influencer

Keunikan sang influencer itu sendiri bisa menjadi patokan tarif dalam penggunaan jasanya. Makin unik persona yang dimiliki seorang influencer, biasanya makin tinggi pula tarif yang ditawarkan. 

Hal ini bisa terjadi karena bisanya seorang influencer yang memiliki banyak followers serta engagement tinggi didasari oleh keunikan atau niche yang dimilikinya. Di antara banyaknya influencer yang kini eksis, tentu yang paling unik atau memiliki ciri khasnya sendiri yang akan paling ‘didengar’.

4. Durasi Kerja Sama dan Jumlah Konten Yang Dibuat

Faktor yang satu ini tentu sangat mudah dipahami. Banyaknya jumlah konten yang harus dibuat oleh influencer, media yang digunakan, serta berapa lama penayangannya akan memengaruhi tarif. Semakin banyak jumlah konten yang dibuat dan semakin lama waktu konten ditayangkan, pasti akan membutuhkan harga yang semakin tinggi. 

5. Jenis Campaign

Tujuan atau jenis campaign yang akan kamu jalankan akan berpengaruh pada tarif yang diberikan oleh influencers

Misalnya, campaign yang sifatnya musiman seperti saat akhir tahun, hari raya, dan sejenisnya. Di saat-saat tersebut banyak brand yang akan melakukan campaign serupa, sehingga jasa para influencers sangat dibutuhkan pada masa itu dan mengakibatkan makin tingginya tarif yang dipatok. Beda jika campaign bersifat reguler dan tidak berpengaruh pada kondisi tertentu.

6. Biaya Produksi Konten

Terakhir adalah biaya produksi yang dibutuhkan dalam pembuatan konten dari sang influencers. Jika konten yang kamu butuhkan tidak membutuhkan produksi yang wah, tentu saja tarif yang dipatok tidak akan setinggi konten yang membutuhkan tim atau perangkat khusus dalam produksinya. 

Misalnya saja, seorang influencers yang memiliki tim fotografer atau videografer profesional, tentu akan mematok tarif yang tinggi jika ingin menggunakan jasanya. Tentu saja, harga yang ditawarkan sangat layak dengan hasil produksi konten yang maksimal.
Itulah beberapa faktor yang memengaruhi rate card seorang influencer. Jadi mulai sekarang kamu bisa langsung menentukan sendiri yah, apakah harga yang ditawarkan sesuai atau tidak. Jangan lupa untuk terus update dengan informasi seputar influencer lainnya hanya di Instagram dan Blog Allstars!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini