Yuk, Ketahui Apa Itu Rate Card Beserta Tips Dalam Membuatnya!

0
808
apa-itu-rate-card

Marketing Influencer sudah sering sekali kita bahas dan rasanya tak akan pernah ada habisnya membahas profesi yang satu ini. Kenapa? Karena pertumbuhan influencer, khususnya di Indonesia, berjalan seiring dengan pertumbuhan pengguna media sosial yang kian marak hingga saat ini. Selain ‘memasarkan’ dirinya sendiri, banyak pula brand yang meminta bantuan para influencer untuk memasarkan produknya. Sehingga, menjadi seorang influencer harus mempunyai rate card endorse sebelum menerima tawaran pekerjaan brand yang akan diwakilinya.

Kali ini kita akan membahas hal penting yang harus dimiliki oleh seorang influencer, yaitu rate card. Apa sih rate card ini? Simak penjelasan selengkapnya yuk!

Apa itu Rate Card?

Dikutip dari berbagai sumber, arti dari rate card atau pricelist adalah dokumen yang berisi perincian harga untuk penempatan iklan di sebuah perusahaan. Rinciannya berisi mulai dari demografi audiens, konsep, hingga biaya tambahan jika dibutuhkan. Walau awalnya rate card digunakan oleh perusahaan, kini influencer, freelancer, atau pekerja yang menawarkan jasanya wajar untuk memilikinya. Tentu saja bedanya adalah tarif yang digunakan adalah untuk perorangan atau tim kecil yang ada.

Lalu kenapa rate card menjadi hal yang penting untuk dimiliki? 

Alasan utamanya adalah jika kamu ingin dianggap sebagai seorang influencer yang profesional, tentu kamu harus memiliki tarif yang ‘profesional’ pula. Artinya, kamu harus tahu persis berapa dan bagaimana cara yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan brand yang meng-hire-mu. Dengan adanya penjelasan yang detail, brand pun akan lebih mudah untuk memutuskan apakah akan menggunakan jasamu untuk memasarkan produknya.

Tips Dalam Membuat Rate Card

Jika sudah memahami apa arti dan pentingnya rate card, selanjutnya ada beberapa tips yang bisa dilakukan agar rate card yang kamu buat nantinya bisa membantumu untuk meraih lebih banyak klien.

1. Memberikan gambaran umum lifestyle audiens yang kamu miliki 

tips-membuat-rate-card

(Unsplash/Melanie Deziel)

Seperti yang sudah disebutkan di atas, memahami siapa saja audiensmu bisa menjadi hal yang baik untuk dimasukkan ke dalam price list. Kamu bisa langsung menyesuaikan target audiens yang potensial dengan produk yang akan kamu promosikan. 

Misalnya, setelah dicek ternyata kebanyakan audiensmu kebanyakan adalah beauty and fashion enthusiast, maka kamu bisa fokus untuk mengarahkan scope di bidang beauty and fashion.

2. Bangun Personal Value yang Unik 

Memiliki ciri tersendiri adalah nilai plus yang harus dimiliki oleh para content creator dan influencer. Alasan utamanya adalah para audiens bisa lebih attach dengan produk yang kamu promosikan, karena hanya kamu yang menggunakan style yang berbeda. Hal ini juga bisa mendukung kelangsungan atau sustainability dari produk yang kamu promosikan.

3. Hindari Pembelian Followers

Hal yang satu ini sangat jelas harus dihindari. Kenapa? Alih-alih mendapatkan klien, kamu akan mendapatkan blacklist dari para calon klien. Sekali lagi, jumlah followers yang banyak tidak akan menjadi jaminan seseorang akan menjadi influencer

Zaman sekarang, followers bisa mudahnya dibeli, namun tentu followers yang ada tidak akan menimbulkan interaksi organik, dibandingkan dengan yang memang memiliki followers karena konten yang diberikan menarik. Untuk mengesahkan hal ini, memasukkan data followers organik ke dalam price list akan meningkatkan value-mu sebagai seorang influencer.

4. Tentukan Harga Menggunakan Metrics 

metric-pilihan-dalam-membuat-rate-card

(Unsplash/Georgia de Lotz)

Menyambung soal followers organik, harga yang bisa kamu tetapkan di price list harus didasari oleh metrics seperti Cost per Action (CPA), Cost Per View (CPV), dan engagement rate. Dengan data-data tersebut, brand bisa melihat potensi jangkauan audiens yang kamu tawarkan, tentu beserta perhitungan tarif yang dikenakan.

Supaya nggak pusing, kamu bisa menghitung engagement rate instagram dengan kalkulator dari Allstars, lho!

5. Desain yang Menarik

Hal yang terakhir ini mungkin terkesan sepele, namun hal yang sifatnya teknis jika disajikan dalam konsep yang menarik, akan lebih bisa menarik perhatian pula untuk disimak lebih jauh. Selain itu, kamu bisa ‘unjuk gigi’ menyesuaikan keahlian yang kamu miliki. 

Misalnya, kamu adalah influencer yang fokus pada fotografi, maka kamu bisa sajikan foto-foto terbaik yang pernah kamu abadikan untuk disematkan ke dalam rate card-mu.
Itulah pengertian apa itu rate card dan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan rate card untuk ‘memasarkan’ dirimu sebagai seorang influencer. Simak terus update terkini seputar media sosial dan influencer di blog dan Instagram Allstars!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini