Ikuti 4 Tips Ini dalam Maksimalkan Strategi eWOM Brand-mu

0
72
eWOM

Word of mouth atau WOM merupakan salah satu strategi marketing yang banyak digunakan, bahkan sejak lama. Berdasarkan riset dari Semrush, terbukti bahwa 90% orang lebih memercayai brand yang direkomendasikan oleh orang lain. Hal ini menunjukkan bahwa WOM hingga kini masih menjadi strategi yang bisa dimanfaatkan oleh brand, terutama dengan kemajuan teknologi yang kemudian melahirkan turunan WOM, yaitu eWOM. Yuk, ketahui informasi selengkapnya!

Pengertian eWOM dan Manfaatnya

Word of mouth (WOM) adalah suatu bentuk komunikasi verbal yang mengacu pada proses memberi tahu orang lain mengenai produk atau layanan tertentu. WOM tidak terjadi begitu saja. Orang melakukan WOM karena menilai produk yang direkomendasikan bagus dan mereka ingin meyakinkan orang lain untuk mencobanya.

Namun, WOM dalam pemasaran sebenarnya adalah metode pemasaran yang bergantung pada interaksi sosial informal untuk mempromosikan suatu produk atau layanan. Sederhananya, ini adalah iklan gratis yang berbasis pengalaman pelanggan. WOM sangat penting karena konsumen cenderung memercayai rekomendasi dari orang yang mereka kenal daripada iklan pemasaran.

Seiring dengan berkembangnya teknologi, WOM kemudian menjelma menjadi eWOM (electronic word of mouth). Cara kerjanya masih mirip dengan WOM tradisional, yang berbeda adalah media yang digunakan. Pada WOM, media yang digunakan adalah komunikasi verbal biasa, sementara eWOM menggunakan mesin pencari (Google), media sosial, maupun situs e-commerce.

Tips untuk Memaksimalkan Strategi eWOM

Lalu, bagaimana brand memaksimalkan strategi eWOM ini? Kamu bisa mencoba beberapa pendekatan, berikut adalah beberapa di antaranya:

Pertahankan kualitas brand

Tidak ada cara yang paling efektif untuk mendorong eWOM selain dengan menawarkan kualitas produk yang unggul. Jika pelanggan merasa kualitas brand bagus dan sesuai ekspektasi, mereka tentu tidak ragu untuk merekomendasikannya kepada orang lain.

Oleh karenanya, penting bagi brand untuk terus mempertahankan kualitas produk yang dihasilkan. Jika memungkinkan, coba tingkatkan kualitasnya. Kumpulkan feedback dari pelanggan untuk bisa tahu mana aspek yang perlu ditingkatkan.

Tentukan tujuan

Dengan menentukan tujuan, brand bisa tahu apa saja yang harus ditingkatkan. Adanya tujuan juga akan membantu brand untuk mengetahui seperti apa target pemasaran yang dituju. Tidak ada ukuran yang pasti dalam menentukan tujuan karena tiap brand pasti punya tujuannya masing-masing.

Pada satu brand, hal ini bisa berhubungan dengan operasional bisnis, misalnya dengan meningkatkan pengiriman produk kepada pelanggan. Pengiriman yang terlambat atau salah alamat akan mendorong konsumen memberikan review buruk. Meski kelihatannya sepele, penelitian Microsoft menemukan bahwa 58% konsumen berhenti menggunakan produk hanya karena satu pengalaman pelanggan yang buruk.

Namun, pada brand lain, tujuan bisa saja berkaitan dengan masalah layanan pelanggan. Meski tidak berhubungan langsung dengan produk, layanan pelanggan yang buruk pun akan membuat konsumen enggan berbelanja.

Jalankan campaign yang melibatkan audiens

Untuk mendorong terjadinya eWOM, coba jalankan campaign. Namun, campaign yang kamu buat harus melibatkan audiens. Riset dari IBM menemukan bahwa 40% konsumen mencari brand yang nilai-nilainya sejalan dengan mereka. Salah satu contoh yang banyak diterapkan saat ini adalah campaign produk ramah lingkungan untuk gaya hidup sustainability.

Bisa juga dengan campaign emosional yang menyentuh hati. Contoh penerapannya banyak ditemukan pada iklan-iklan yang muncul ketika Ramadhan dan menjelang Lebaran. Misalnya, iklan provider dengan plot cerita tentang keluarga yang tidak bisa mudik ke kampung halaman karena pandemi. Audiens akan mudah merasa relate dengan iklan semacam ini karena mereka pun merasakan hal yang sama dengan cerita.

Jalin kerja sama dengan influencer

Memanfaatkan jasa influencer juga merupakan cara yang ampuh untuk mendorong terjadinya eWOM. Penggunaan influencer marketing semakin meningkat belakangan ini karena media sosial pun makin meluas.  

Sekarang ini, ada banyak sekali influencer dari berbagai background. Kamu tinggal memilih influencer yang paling sesuai dengan branding dan citra produk. Namun, pastikan untuk melakukan riset sebelum memilih influencer. Hal paling penting yang harus diperhatikan adalah followers si influencer. Pastikan followers mereka sesuai dengan target market brand milikmu.

Strategi marketing eWOM bisa dimulai dengan memilih influencer yang tepat untuk mempromosikan produkmu. Sebagai platform influencer marketing pertama dan terbesar di Indonesia dengan 150.000+ influencer dari berbagai platform media sosial, Allstars siap bantu kamu jalankan strategi eWOM untuk meningkatkan awareness maupun engagement. Untuk memulai, yuk kunjungi website Allstars!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini