Seru dan Juga Bermanfaat, Cobain Ide Konten Edukasi di TikTok Yuk!

0
36
Creating educative content

Walau awalnya dipandang sebelah mata dan dianggap sebagai media sosial “joget-joget”, nyatanya TikTok kini berkembang jauh menjadi salah satu media sosial dengan pengguna terbanyak serta beragam jenis konten di dalamnya. TikTok menjadi media yang bisa memperluas wawasan, referensi, atau pengetahuan penggunanya. Nyatanya selain konten yang sifatnya menghibur atau entertainment, kita bisa menemui ide konten TikTok yang bersifat edukasi. 

Yuk, simak informasi selengkapnya!

Perjalanan TikTok dan Konten Edukasi

Pada tahun 2020, TikTok telah berkolaborasi dengan Ikatan Guru Indonesia (IGI) dan Jaringan Sekolah Digital Indonesia (JSDI) untuk menghasilkan konten-konten edukasi. Kerja sama ini memiliki tujuan memanfaatkan TikTok, sebagai media sosial yang digemari anak muda, untuk kegiatan belajar mengajar. TikTok juga memberikan pelatihan yang diikuti ribuan guru di beberapa wilayah di Indonesia.

Secara global, dicanangkan tagar #LearnOnTikTok sebagai permulaan perluasan ide konten edukasi di TikTok. Hal ini dilakukan pihak TikTok karena merasa platform tersebut sudah memiliki pengguna dengan diversifikasi yang tinggi, sehingga perlu diinisiasi gerakan yang bersifat positif serta menginspirasi, terutama para anak muda atau generasi Z. 

Melanjutkan gerakan ini, pada bulan November 2020, tab “learn” muncul pada sejumlah akun premium dan hingga kini tab tersebut masih dalam proses pengembangan. TikTok juga memberikan perhitungan algoritma khusus untuk konten-konten edukasi agar bisa sejajar dengan jenis konten lainnya. 

Tentu saja hal ini dilakukan demi suksesnya kampanye edukasi tersebut. Sama seperti algoritma konten TikTok pada umumnya, saat kita terpapar dan tertarik dengan sebuah konten edukasi, maka selanjutnya konten serupa akan terus bermunculan.

Banyak pengguna TikTok yang menyambut dengan antusias dengan adanya konten dan inisiasi edukasi ini. Mulai dari konten cara memasak hingga belajar matematika menjadi suatu hal yang lebih menyenangkan. Tentu saja, ini juga berkat peran sang kreator konten yang bisa menyajikan kontennya dengan menarik. TikTok secara perlahan kini mulai berjalan “beriringan” dengan Google dan YouTube sebagai platform yang digunakan sebagai platform pencarian.

Tips Membuat Konten Edukasi di TikTok

Untuk membuat konten edukasi yang menarik, Allstars telah  merangkum beberapa hal serta para kreator yang bisa menjadi acuan dalam pembuatan konten. Simak yuk!

Membuat konten yang interaktif

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat sebuah konten TikTok menjadi interaktif. Cara pertama adalah dengan meminta pengguna lain menggunakan fitur “duet”, lalu kedua yang akan kita bahas kali ini adalah dengan menggunakan “perintah” lewat copy atau tulisan di video. 

Salah satu kreator konten yang sering menggunakan cara ini adalah Daffa Speaks. Lewat akun ini, kita bisa belajar berbagai tips seputar public speaking. Salah satu cara Daffa membagi peran untuk berlatih public speaking adalah dengan membagi teks yang menjadi bagian Daffa dengan warna tertentu (misalnya, hijau) dan untuk bagian audiens menggunakan warna lainnya (misalnya, merah). 

Selanjutnya, audiens bisa mengikuti atau mengimprovisasi bagiannya, seolah seperti sedang berlatih dengan orang lain secara langsung.

Buat judul yang menarik dan to the point

Judul masih menjadi hal yang perlu diutamakan dalam pembuatan konten. Dengan judul yang tepat, audiens bisa langsung tertarik mengikuti konten yang sedang ditayangkan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam menulis judul, salah satunya adalah dengan menulis permasalahan yang dirasakan. 

Contohnya akun milik Putra Brahmana. Di situ ia menulis hal-hal yang sifatnya bertentangan, misalnya “Lebih baik masuk IPA atau IPS?”. Hanya dengan membaca judul saja, baik orang tua atau murid yang tengah bimbang memilih jurusan tentu akan langsung menyimak video tersebut untuk mencari tahu mana yang lebih baik.

Positive vibes

Kita sama-sama tahu, belajar akan terasa berat dilakukan saat kondisinya kaku. Makanya, kreator konten banyak yang menyajikan kontennya dengan cara yang kasual serta memiliki vibe yang positif. Mereka akan menghindari kata-kata yang sifatnya menggurui. 

Biasanya, kalimat yang banyak digunakan adalah, “Yuk, sama-sama belajar!” atau “Ternyata mudah, lho!”. Untuk beberapa hal yang sifatnya kompleks seperti belajar bahasa, matematika, ilmu ilmiah, dan sejenisnya, pendekatan macam ini memang sangat diperlukan.

Itulah beberapa hal tentang ide konten TikTok yang bertemakan edukasi, di mana merupakan hal positif yang perlu disambut dengan baik. Satu hal yang paling utama adalah tetap menggunakan media sosial untuk hal yang positif, ya. Kunjungi website Allstars untuk informasi seputar dunia media sosial lainnya!

Baca artikel lainnya : Konten tiktok masuk FYP

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini