Kenali dan Cegah Shadowban di Media Sosialmu

0
2
Apa itu Shadowban

Di tengah sebuah kesemarakan, tentu selalu ada hal yang kurang baik menyertainya. Begitu juga dengan maraknya penggunaan media sosial, ada banyak pula hal negatif yang mengintai. Sebut saja hacker, spam, atau yang belakangan sedang hangat dibicarakan, shadowban. Nah, mungkin banyak di antara kalian yang mungkin pernah mendengar atau malah sama sekali tidak mengerti apa sih shadowban itu. Mudahnya begini, jika kamu pernah merasa sudah melakukan interaksi atau meng-upload konten dengan benar di media sosial, tapi tidak ada yang merespon atau meninggalkan komentar, ini adalah salah satu tanda bahwa kamu terkena shadowban.

Apa itu Shadowban

Mengenali Shadowban Lebih Jauh

Shadowban juga dikenal dengan istilah stealth banning atau ghost banning. Siapa pun di media sosial bisa mengalami hal ini dan tentunya bisa dirugikan karena kejadian ini. Menurut beberapa artikel, shadowban adalah ketika tanpa kamu sadari, aktivitasmu di media sosial tidak tampak bagi orang lain. Yang lebih membuat bingung adalah tidak adanya notifikasi akan hal ini. Hal ini tentu akan merugikan content creator, tentunya akan sulit untuk mendatangkan traffic, mendapatkan engagement, dan mengembangkan akunnya.

Beda media sosial, beda pula ketentuan shadowbanning di masing-masing platform tersebut. Terlebih, ketentuan shadowbanning itu sendiri tidak ada di mana pun, jadi mau tidak mau kita harus paham betul tentang ketentuan yang satu ini. Jika ditarik garis besarnya, pola shadowbanning ini adalah untuk ‘menghentikan’ pengguna media sosial yang kurang tertib dalam penggunaannya. Misalnya, spamming saat sedang mempromosikan sesuatu, sering kali membuat komentar yang menggunakan bahasa kasar, atau belum melengkapi data diri serta melakukan proses verifikasi.

Lalu, bagaimana caranya untuk menghindari shadowban ini? Yuk, simak selengkapnya.

Cara Menceagh Shadowban

Mengatasi Shadowban di Media Sosial

Untuk mengatasi shadowban perlu dilakukan pengecekan dan memastikan beberapa hal. Yang pertama, jika kamu merasa terjadi penurunan interaksi pada kontenmu (yang mana biasanya kontenmu bisa menghasilkan interaksi yang tinggi), cek kembali jenis konten yang kamu buat. Apakah ada ketentuan yang dilanggar, misalnya penggunaan lagu, pemilihan kata di caption yang mungkin menyinggung kalangan tertentu, atau hal lainnya yang tak sesuai dengan ketentuan di media sosial yang kamu gunakan. Setelah melakukan pengecekan dan kamu merasa tidak ada yang salah, kamu bisa hubungi layanan pengguna media sosial yang kamu gunakan. Biasanya setelah terjadi pelaporan, akan butuh beberapa waktu untuk dilakukan pengecekan lebih lanjut. Walau begitu, kamu tetap bisa untuk terus mengunggah konten yang baru sambil menanti kabar baik dari pengurus media sosial yang kamu gunakan.

Selain pelanggaran ketentuan, pastikan juga kamu tidak terlalu ‘bersemangat’ untuk mempromosikan konten yang baru kamu buat. Alih-alih mendapatkan exposure, yang kamu lakukan bisa masuk dalam kategori spamming dan berujung dengan shadowbanning. Pelajari lebih jauh kapan waktu yang tepat untuk mengunggah kontenmu agar tidak luput dari para audiens. Kamu juga bisa menggunakan fitur analisis dan statistik performa untuk memeriksa setiap post yang kamu unggah. Jika terjadi penurunan secara signifikan, bisa jadi kamu terkena shadowban dan jika sudah kembali normal tandanya akunmu sudah kembali seperti sedia kala. Yang perlu diingat, shadowban ini adalah sebuah ketentuan yang ‘menghukum’ pengguna media sosial beberapa waktu. Untuk selanjutnya, sebaiknya lebih memerhatikan dan benar-benar pahami ketentuan tiap-tiap media sosial yang kamu gunakan, ya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini