Cara Membuat dan Development Channel Youtube. Ini yang Penting!

0
5
Cara Development Channel Youtube

YouTube kini tak lagi dianggap hanya sebuah platform. Dengan semakin banyaknya content creator dan berbagai saluran monetisasi, YouTube sekarang menjadi lahan yang bisa menghasilkan pemasukan dengan nilai yang fantastis bagi para kreator yang sukses. Makanya, semakin banyak orang berlomba-lomba untuk membuat channel YouTube-nya masing-masing dan berusaha keras untuk membuat konten yang harapannya bisa menarik banyak audiens. Tentu saja, hal tersebut tidak akan tercapai tanpa adanya persiapan dan perencanaan yang matang.

Nah, jika kamu punya keinginan untuk membuat channel Youtube yang tak hanya punya konten menarik tapi juga bisa menghasilkan pendapatan, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan. Yang penting untuk diingat, hal ini tentu tak bisa didapatkan secara instan tapi butuh proses yang tepat. Allstars akan membagikan cara-cara untuk develop channel YouTube-mu agar menjadi sesuatu yang ‘ekstra’.

Cara Membuat Channel Youtube

Menentukan Niche YouTube

Apa sih yang dimaksud niche YouTube? Sederhananya, niche adalah channel YouTube yang secara spesifik memiliki tema konten tertentu. Channel YouTube dengan niche yang spesifik akan memudahkan orang lain memahami maksud dan tujuan channel tersebut dibuat, sehingga memudahkan orang lain untuk subscribe dan menonton ulang konten video di channel tersebut. Lalu, kenapa sih niche YouTube jadi penting? Karena, dengan memiliki konten yang spesifik, sang kreator juga akan mendapat kemudahan dalam pembuatan kontennya. Bayangkan jika ada channel YouTube yang punya konten terlalu bervariasi, selain akan menyulitkanmu, audiens juga akan merasa bingung dengan arah atau maksud dari dibuatnya channel-mu.

Beberapa niche yang Allstars rekomendasikan adalah musik (cover atau react), gaming, beauty, travelling, dan kuliner. Ada yang menjadi kegemaranmu?

Cara MembuatChannel Youtube

Menentukan Target Audiens

Katakanlah kamu sudah menemukan niche untuk channel-mu, selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah mempelajari calon audiens. Mulai dari range usia, gender, tempat tinggal, dan lainnya. Tentu ada beberapa tools untuk menganalisa hal ini atau kamu bisa mengulik channel sukses dengan konten yang serupa denganmu dan pelajari pola dari konten yang ada. Jika sudah bisa menentukan target audiens, selanjutnya kamu bisa dengan mudah menentukan konten seperti apa yang akan kamu buat. Sebagai contoh, jika kamu akan membuat channel dengan konten musik, salah satu hal yang paling mudah dilakukan adalah selalu up to date dengan lagu yang tengah hits, sehingga kamu bisa mendapatkan exposure dari hal tersebut.

Personalize Channel YouTube-mu!

Satu hal penting lainnya adalah channel yang kamu buat harus unik. Kita memang sering kali terinspirasi oleh sosok atau sesuatu yang sukses, tapi Allstars percaya tiap dari kita pasti punya sisi uniknya masing-masing. Makanya, kamu perlu sekali untuk tahu dirimu sendiri. Apa sisi unik darimu yang bisa kamu ‘jual’ nantinya. Misalnya, kamu tahu jika kamu bisa menciptakan jokes yang disukai, nah, kamu bisa memasukkan unsur tersebut walau kontenmu berfokus di kuliner, misalnya. Gayamu yang unik akan menciptakan sudut pandang unik pula dalam penyampaianmu.

Selain itu, personalize juga harus diaplikasikan di channel-mu secara teknis. Maksudnya, rencanakan dan buat foto profil, banner, hingga thumbnail yang unik dan mencerminkan dirimu. Jangan segan untuk berdiskusi dengan kenalan yang memang punya kemampuan, khususnya di bidang visual design.

Cara Development Channel Youtube

Bangun Interaksi dan Promosi

Yang terakhir, jangan lupa untuk mengelola interaksi yang ada di dalam channel-mu jika nantinya konten-konten yang kamu buat sudah mulai dikenal. Dengan merespon pesan-pesan dan komentar yang masuk, para subscriber atau bahkan yang belum menjadi subscriber akan merasa dihargai dan berpotensi menjadi pengikut yang loyal. Dari interaksi yang ada, selain kamu akan mendapatkan banyak insight untuk meng-improve channel-mu ke depannya, para subscribers juga akan merasa ‘didengarkan’, yang mana akan memperkuat loyalitas mereka.

Selain itu, manfaatkan juga koneksimu, baik aset media sosial pribadi atau kenalan, terlebih yang memiliki jumlah followers banyak. Yang perlu diingat, dalam hal promosi, perhatikan waktu dan kuota yang tepat. Misalnya, posting di waktu-waktu makan siang. Kamu tidak perlu mem-posting setiap saat untuk menghindari spamming.

Itu dia beberapa hal yang perlu kamu perhatikan saat cara membuat maupun developing channel YouTube yang sudah kamu buat. Yang paling penting, be a sponge!. Terus belajar dan penuhi diri dengan hal-hal baru yang nantinya bisa menambah wawasanmu dalam membuat konten. Selamat berkarya!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini