5 Akun Influencer Parenting Indonesia untuk Para Orang Tua

0
33

Selalu ada banyak cerita untuk yang sudah menjadi orang tua. Mulai dari cara merawat, mendidik, hingga bermain dengan anak menjadi hal yang perlu dilakukan dengan cermat agar tumbuh kembang anak baik. Jika dulu orang akan mencari tahu soal parenting lewat keluarga, majalah parenting, atau ahli, kini para orang tua bisa dengan mudah mendapatkan informasi dan banyak tips seputar parenting dari media sosial, khususnya Instagram.

Lewat media sosial, banyak influencer parenting Indonesia yang memberikan banyak inspirasi serta pengetahuan baru lewat konten yang dibuatnya. Selain itu, hal-hal terkait parenting akan selalu berkembang mengikuti perkembangan zaman. Makanya, update dengan kebiasaan terkini bisa sangat membantu dalam menemani perkembangan anak.

Kali ini, Allstars akan membahas 5 akun influencer parenting Indonesia yang bermanfaat bagi orang tua:

Caca Tengker

Yang pertama adalah ibu yang juga seorang Clinical Psychologist. Adik dari Nagita Slavina ini menerapkan organic parenting dalam mendidik anaknya, Ansara. 

Organic parenting adalah pola asuh yang mendekatkan anak dengan alam sekitarnya. Berbeda dengan dulu, anak-anak yang hidup di zaman modern sudah banyak yang terpapar oleh gadget dan sejenisnya, sehingga kebanyakan dari mereka lebih memilih untuk berada di dalam rumah ketimbang bermain di luar. 

Lewat pola asuh ini, Caca ingin lebih dekat dengan anaknya melalui komunikasi maupun interaksi yang efektif. Kedekatan antara orang tua dan anak juga akan semakin bertumbuh dengan pola asuh yang satu ini. Untuk memulainya, bisa dengan membiarkan anak mengeksplorasi lingkungan terdekatnya, dimulai dari lingkungan rumah kemudian ke sekitarnya.

Grace Melia

Salah satu founder dari We Play To Learn ini adalah seorang Play & Mental Health Advocate dengan play-based parenting sebagai pola asuh anaknya. Pola asuh ini memfokuskan pada emosi dan komunikasi pada anak. 

Tips yang sangat baik dari Grace adalah sebelum mengelola emosi anak, terlebih dahulu kita harus mengelola emosi diri sendiri. Saat anak melakukan kesalahan, kita perlu menenangkan diri, mencari waktu dan tempat yang tepat untuk membicarakan kesalahan yang dilakukan anak. 

Ketika anak sering mendapat perlakuan ‘bersahabat’ seperti itu, secara tak langsung akan mencontohkan perilaku tersebut yang bisa ditiru dan dilakukan pada orang lain. 

Terkadang memang tidak mudah untuk mengelola emosi diri sendiri, terlebih saat ada masalah lain yang datang menerpa. Yang paling penting diingat, untuk anak butuh penanganan yang tepat, bukan yang cepat. Makanya perlu ada waktu untuk menenangkan diri sebelum memulai berbicara serius dengan anak.

Vendryana

Salah satu founder dari @indovidgram ini suka berbagi tips parenting, terutama untuk masalah yang banyak dialami oleh anak-anak, yaitu mengonsumsi sayur dan buah. Seperti yang sama-sama kita tahu, mengonsumsi keduanya sangat penting untuk tumbuh kembang anak. 

Namun, karena mungkin rasanya yang hambar atau asam, dan secara visual lebih menarik permen, snack, atau sejenisnya, anak-anak kerap susah untuk mau makan sayur dan buah. Salah satu tips jitu yang dibagikannya adalah dengan mengajak anak menggambar dan mewarnai buah yang akan diberikan di rumah. 

Dengan melakukan aktivitas tersebut, selain melatih sensorik, anak juga akan merasa lebih senang untuk kemudian mencoba karena merasa buah atau sayuran yang akan dimakan tidak ‘seseram’ itu. Selain itu ada banyak cara jitu sekaligus menyenangkan dan edukatif untuk ‘merayu’ anak agar mau makan sayur dan buah.

Annisa Steviani

Selanjutnya adalah seorang Certified Financial Planner yang suka membagikan caranya dalam mendidik anaknya. Salah satu tips menarik yang dibagikannya adalah bagaimana Annisa mengajarkan anaknya ketika minta dibelikan barang, yaitu meminta anaknya membuat proposal. 

Yup, proposal yang umumnya dikerjakan oleh orang dewasa nyatanya bisa dibuat oleh anak usia 7 tahun. Tentu saja isi proposal tersebut hanya sebatas alasan kenapa sang anak harus dibelikan barang yang ia mau. 

Lewat cara ini, ada beberapa poin yang bisa didapatkan yaitu belajar memberikan argumen dan berjuang saat menginginkan sesuatu, belajar menunggu karena tidak semua hal bisa datang begitu saja, dan Annisa juga mengajarkan anaknya untuk menabung sebagai ‘tambahan’ untuk mendapatkan benda yang diinginkannya.

Vanessa Gracia

Terakhir adalah seorang ibu dari dua anak yang kerap membagikan tips parenting dan mengedepankan disiplin serta komunikasi pada anaknya. 

Salah satu tips yang ia berikan adalah feeding rules yang secara simpel adalah membiarkan anak makan tanpa bantuan sehingga ia bisa belajar untuk makan dengan baik dan rapi secara perlahan namun pasti. 

Ia percaya bahwa pola asuh anak yang tepat adalah yang fokus pada sang anak sendiri, bukan caranya. Anak harus melewati hal-hal yang nantinya akan membuat ia belajar, mulai dari kotor, rasa sakit saat jatuh, atau hal-hal lainnya yang akan membuatnya lebih tahu dan berhati-hati kemudian. 

Yang lebih penting lagi, tiap dari anak punya fase perkembangannya masing-masing. Asalkan tepat dan menyesuaikan perkembangan anak, pasti anak akan tumbuh dengan baik.
Selain nama-nama di atas masih banyak lagi influencer yang memberikan tips dan informasi seputar parenting yang tentunya punya cara dan hal-hal positif lainnya yang dibagikan. Siapa parenting influencer favoritmu?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini