Kenali dan Pahami Kontrak Endorsement. Ada Contohnya Lho!

0
17
Contoh Kontrak Endorsement

Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang mana berjalan seiring dengan perkembangan di dunia bisnis, media adalah salah satu yang mengalami perubahan yang signifikan. Jika dulu sarana promosi marketing sangat ‘memuja’ media besar seperti televisi, radio, baliho (above the line), kini banyak yang menjadikan media sosial sebagai sarana promosi karena lebih bisa menjangkau pasar saat ini yang memang sebagian besar kesehariannya tidak lepas dari yang namanya media sosial.

Kamu pasti sudah familiar melihat banyak brand yang menggunakan media sosial sebagai sarana promosi produknya. Selain menampilkan iklan lewat akun brand pada media sosial, cara lainnya yang digunakan untuk mempromosikan barang atau jasa di media sosial adalah dengan bekerja sama dengan seseorang yang memiliki pengikut setia dalam jumlah yang besar di media sosial yang biasa disebut dengan influencer.

Secara profesional, seorang influencer akan menerima ‘tugas’ untuk mempromosikan barang atau jasa dari brand setelah menyetujui dan menandatangani kontrak endorsement-nya. Karena perjanjiannya bersifat mengikat yang mana mengharuskan influencer untuk melakukan beberapa kewajibannya yaitu mem-posting kontennya di media sosial, maka perlu kontrak yang bisa menjadi pegangan untuk kedua belah pihak. Maka dari itu, penting bagi kita untuk mengenali kontrak endorsement dengan influencer supaya nantinya tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di kemudian hari. 

Bagaimana Caranya Memilih Influencer yang Tepat?

Sebelum bicara soal kontrak, Allstars mau sedikit memberikan kisi-kisi tentang cara memilih influencer yang tepat sebelum bekerja sama dengannya. Yang pertama adalag relevansi sang influencer dengan produk yang ingin mengajak bekerja sama.

Misalnya, untuk produk kosmetik, influencer yang kita butuhkan adalah influencer perempuan yang memang memiliki tema konten tentang beauty atau kerap berbagi tips untuk mempercantik diri menggunakan make-up. Selanjutnya reach atau jangkauan dari influencer. Selain jumlah followers, kualitas followers juga perlu ‘dipertanggungjawabkan’ untuk menentukan seberapa luas jangkauan dari influencer tersebut mempromosikan produk yang bekerja sama dengannya. Hal ini mengacu pada makin mudahnya mendapatkan fake followers. Yang terakhir adalah engagement rate. Yang mana, seorang influencer harus membangun interaksi yang kuat dengan followers-nya agar feed yang ia miliki tidak terasa seperti sebuah ‘etalase’, namun harus berbicara langsung pada siapa pun yang tertarik pada brand yang tengah ia promosikan.

Pahami Jenis Endorsement

Nah, setelah mendapatkan influencer yang tepat untuk diajak bekerja sama, selanjutnya adalah menentukan jenis endorsement seperti apa yang akan dibutuhkan dari influencer tersebut. Allstars merangkumnya menjadi 3 jenis endorsement yang biasanya dilakukan:

Full Endorsement

Pada jenis ini influencer akan meminta produk yang ingin dipromosikan lewat media sosialnya dengan tarif yang sudah disepakati bersama

Barter Promo

Kalau yang satu ini, brand yang sudah memiliki banyak followers bisa menawarkan barter promo yang artinya dari pihak brand harus mengekspos sang influencer pula sehingga kedua pihak sama-sama mendapatkan exposure

Product Endorsement 

Yang terakhir, endorsement jenis ini hanya mengharuskan brand untuk memberikan produknya kepada influencer secara free dan tanpa meberikan fee lainnya

Kontrak Endorsement

Sekarang saatnya masuk ke ‘topik utama’ soal kontrak endorsement dengan influencer sebagai media promosi produk. Kenapa sih sampai diperlukan kontrak? Hal ini perlu dilakukan agar perjanjian antara brand dan influencer sah secara hukum dan sama-sama terlindungi jika satu pihak melanggar kesepakatan, karena dalam hubungan ini melibatkan biaya yang tidak sedikit dan ‘nama baik’ kedua pihak. Makanya butuh keterikatan yang dilindungi oleh hukum agar kerja sama berjalan dengan baik.
Bisa dibilang, sebenarnya kontrak endorsement punya format yang sama saja dengan surat perjanjian kerja sama atau MoU (memorandum of understanding). Garis besar kontrak endorsement adalah bukti tertulis yang bisa menunjukkan kesediaan kedua pihak atau lebih (brand dan influencer) untuk berkolaborasi. Biasanya kontrak akan dibuka dengan pengenalan masing-masing pihak. Perlu diperhatikan, pastikan data-data yang ada adalah yang sebenar-benarnya dan lengkap, termasuk nama akun media sosial yang akan digunakan sebagai media promosi. Selanjutnya, pasal-pasal perjanjian kerja sama. Pada poin ini, pastikan isinya tidak memberatkan salah satu pihak dan menguntungkan pihak lainnya. Di sini, attention to detail juga diperlukan, agar tidak ada ‘cacat kontrak’ yang pada akhirnya bisa dimanfaatkan untuk hal yang negatif. Misalnya, jabarkan secara lengkap kapan, lewat media sosial apa, siapa yang membuat caption, dan lain sebagainya sampai dengan bagian kesepakatan pembayaran sebagai pegangan sang influencer.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini